SENTER TANPA BATERAI

SENTER TANPA BATERAI
CARA BUAT SENTER TANPA BATERAI | KLIK DI GAMBAR...

16 Oktober 2019

Soal tentang pemeriksaan as shock absorber sepeda motor menggunakan dial indicator, Soal UN no 33 SMK TSM 2014 / 2015 Paket soal B, disertai dengan pembahasan


Soal :

Urutan langkah – langkah yang benar dari proses pengukuran keolengan tabung garpu (shock absorber) suspensi sepeda motor adalah….
1)  Baca hasil pengukuran
2)  Meletakkan tabung garpu pada blok V
3)  Pasang dial indikator pada magnetic stand
4)Putar tabung garpu sambil memperhatikan jarum pada magnetic stand
5) Posisikan magnetic stand dan dial indicator pada permukaan tabung garpu



a.  3 – 2 – 5 – 4 – 1
b.  2 - 3 – 5 – 4 – 1
c.  2 - 3 – 1 – 4 – 5
d.  2 - 1 – 5 – 4 – 3
e.  2 - 3 – 4 – 5 – 1


Pembahasan :

Pada artikel saya sebelumnya sudah pernah dibahas mengenai cara mengukur kebengkokan as shock absorber depan sepeda motor, untuk menuju ke artikel tersebut silahkan klik link ini cara mengukur kebengkokan as shock absorber depan sepeda motor untuk pembahasan singkat langkah pengukuran as shock absorber depan sepeda motor yaitu seperti di bawah ini :


1) Meletakkan tabung garpu pada blok V, selector blok V mengarah ke ON untuk mengaktifkan kemagnetan blok V
2)  Pasang dial indikator pada magnetic stand, dan pengukuran dilakukan pada tatakan atau landasan berbahan besi
3)  Posisikan magnetic stand dan dial indicator pada permukaan tabung garpu secara tegak lurus
4)  Putar selector blok V ke araf OFF, Putar tabung garpu sambil memperhatikan jarum pada magnetic stand
5)  Baca hasil pengukuran

Jawaban untuk pertanyaan soal di atas yaitu “b” 2 - 3 – 5 – 4 – 1

klik disini untuk menuju halaman selanjutnya....

Soal tentang pemeriksaan rem cakram sepeda motor menggunakan dial indicator, Soal UN no 32 SMK TSM 2014 / 2015 Paket soal B, disertai dengan pembahasan


Soal :

Untuk memeriksa keolengan cakram rem sepeda motor dibutuhkan beberapa peralatan khusus diantaranya ditunjukkan oleh nomor 3 yang fungsinya adalah….


a.  Mengukur besarnya keolengan dengan ketelitian 0,01mm
b. Mengukur besarnya keolengan dengan ketelitian 0,05mm
c. Mengikat dial indicator untuk memudahkan pengukuran pada tempat yang sulit
d. Mengikat dial bore indicator untuk memudahkan pengukuran pada tempat yang sulit
e.  Menopang magnetic stand untuk memudahkan pengukuran pada tempat yang sulit


Pembahasan :

Alat khusus yang sedang digunakan pada pekerjaan di atas adalah dial indicator, dial indicator dapat digunakan untuk memeriksa kebengkokan suatu poros dan keolengan cakram / piringan rem sepeda motor. Untuk memeriksa keolengan cakram rem sepeda motor, selain dial indicator dibutuhkan juga magnetic stand.



·  Panah kuning gambar di atas adalah dial indicator, dial indicator mampu mengukur kebengkokan maupun keolengan sampai dengan ketelitian 0,01mm perhatikan lingkaran merah digambar.

·    Panah merah gambar di atas adalah magnetic stand, magnetic stan berfungsi sebagai pemegang dial indicator. Pada bagian bawah magnetic stand terdapat magnet yang bisa on – off, jika selector di arahkan ke posisi on maka akan timbul kemagnetan dan pada posisi off kemagnetannya akan hilang, oleh karena itu penggunaan magnetic stand sebaiknya digunakan pada landasan atau tatakan yang terbuat dari besi. Tangkai magnetic stand dapat disetel untuk menyesuaikan posisi dial indicator terhadap benda yang akan diperiksa, untuk memperoleh hasil pemeriksaan yang paling tepat posisi dial indicator harus tegak lurus dengan benda yang akan diperiksa.

No 3 yang dimaksud pada soal di atas adalah dial indicator untuk memeriksa keolengan cakram rem sepeda motor dengan ketelitian pengukuran 0,01mm. jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan di atas adalah “a” Mengukur besarnya keolengan dengan ketelitian 0,01mm

klik disini untuk menuju halaman selanjutnya....



15 Oktober 2019

Soal tentang transmisi otomatis ( cvt ) sepeda motor, Soal UN no 31 SMK TSM 2014 / 2015 Paket soal B, disertai dengan pembahasan


Soal :

Di bawah ini adalah akibat kerusakan komponen kopling pada sistem transmisi otomatis. Bila sepeda motor automatic mengalami unjuk kerja lemah pada kecepatan tinggi, maka penyebabnya adalah….

a.  Pegas clutch shoe patah
b.  Pegas driven face lemah
c.  Clutch shoe aus atau rusak
d.  Drive belt terlalu aus
e.  Weight rollers terlalu berat

Pembahasan :

Soal di atas menanyakan tentang kerusakan yang mungkin terjadi pada transmisi otomatis sepeda motor (cvt) dengan gejala sepeda motor tidak mampu mencapai kecepatan tinggi walaupun gas sudah ditarik penuh atau putaran tinggi. Gejala seperti ini bisa terjadi karena adanya kerusakan pada komponen cvt.


Mari kita kaji bersama jawaban multiple choice di atas, kira – kira jawaban mana yang paling tepat :

a.  Pegas clutch shoe patah
Pegas clutch shoe adalah komponen pada kopling otomatis cvt yang berfungsi untuk mengembalikan posisi sepatu kopling pada posisi semula setelah mengembang pada putaran menengah dan putaran tinggi. Apabila pegas clutch shoe patah maka sepatu kopling akan selalu dalam posisi mengembang sehingga kopling akan terkopel / terhubung terus walaupun dalam putaran rendah sekalipun sehingga roda akan cenderung berputar walaupun mesin masih berada pada putaran idle. Jadi patahnya pegas kopling tidak berpengaruh pada melemahnya unjuk kerja pada kecepatan tinggi

b.  Pegas driven face lemah
Pegas driven face adalah komponen cvt yang terletak pada bagian pulley belakang / pulley sekunder / driven pulley. Pegas driven face bertugas menekan secondary sliding sheave / pulley bergerak bagian belakang. Pegas driven face berfungsi untuk menekan pulley bergerak sehingga pulley akan cenderung menyempit terutama pada saat mesin berada pada putaran rendah. Semakin besar kekuatan pegas maka pulley belakang akan cenderung lebih menyempit sehingga diameter tumpuan v-belt pada pulley belakang berada pada diameter terbesar, akibatnya torsi roda belakang lebih besar, seandainya diibaratkan motor manual pada gigi kecil. Sebaliknya jika pegas terlalu lemah pulley belakang akan lebih cepat melebar, diameter tumpuan v-belt pada pulley belakang berada pada diameter kecil atau menggunakan gigi besar pada motor manual. Jadi jawabannya bukan ini “b”

c.  Clutch shoe aus atau rusak
Clutch shoe / kanvas kopling centrifugal, apabila kanvas kopling aus maka akibatnya kopling tidak bisa terkopling dengan sempurna dengan kata lain selip kopling sehingga tenaga dari mesin tidak bisa 100% diteruskan ke roda baik pada putaran rendah maupun putaran tinggi. Dengan demikian sepeda motor tidak mampu melaju dengan kecepatan tinggi dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

d.  Drive belt terlalu aus
Drive belt / v-belt adalah komponen cvt yang berfungsi untuk meneruskan putaran mesin dari pulley primer / drive pulley menuju ke pulley sekunder / driven pulley. Apabila v-belt aus maka akan cenderung selip pada permukaan pulley sehingga tenaga dari mesin tidak bisa 100% diteruskan ke pulley sekunder. Ini juga berakibat sepeda motor tidak mampu melaju dengan kecepatan tinggi dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

e.  Weight rollers terlalu berat
Weight rollers / pemberat adalah komponen cvt yang terletak pada drive pulley. Bekerja berdasarkan gaya centrifugal pada drive pulley, semakin tinggi putaran mesin maka weight akan cenderung terlempar menjauhi titik tengah pulley, terlemparnya weight akan menekan pulley bergerak pada drive pulley sehingga diameter tumpuan v-belt pada drive pulley berada pada diameter terbesar. Jika weight terlalu berat maka rasio gigi besar akan lebih cepat terjapai. Jadi bukan ini jawabannya.

Berdasarkan penjelasan di atas maka yang mungkin menjadi penyebab melemahnya unjuk kerja pada kecepatan tinggi adalah Clutch shoe aus atau rusak dan Drive belt terlalu aus, antara jawaban “c”dan”d”

Nah lho…. Trus mana jawaban yang paling tepat untuk soal di atas? Kuncinya ada di soal, cermati penggalan soal ini “Di bawah ini adalah akibat kerusakan komponen kopling pada sistem transmisi otomatis”. Soal ini menitik beratkan pada komponen kopling, sementara diantara jawaban c dan d yang merupakan komponen kopling adalah c, jadi jawaban untuk soal ini “c” Clutch shoe aus atau rusak

klik disini untuk menuju halaman selanjutnya....


Soal tentang oversize piston sepeda motor, Soal UN no 30 SMK TSM 2014 / 2015 Paket soal B, disertai dengan pembahasan


Soal :

Diketahui diameter piston sepeda motor standard sebesar 54 mm, akan dilakukan oversize 100 karena sudah terjadi kebocoran antara dinding silinder dan piston. Tindakan ini artinya adalah….


a.  Diameter piston ditambah 0,50 mm dari ukuran standard
b.  Diameter piston ditambah 0,55 mm dari ukuran standard
c.  Diameter piston ditambah 1,00 mm dari ukuran standard
d.  Diameter piston ditambah 1,50 mm dari ukuran standard
e.  Diameter piston ditambah 1,55 mm dari ukuran standard

Pembahasan :

Apa si arti dari oversize ? saya mencoba mentranslate menggunakan google translate dan hasil dari terjemahan kata oversize adalah “kebesaran”, ”terlalu besar”, “besar sekali”. Tetapi jika diartikan dalam bahasa teknik tidaklah demikian artinya, istilah oversize dalam teknik khususnya dalam bidang otomotif diartikan sebagai suatu pekerjaan atau tindakan yang dilakukan untuk memperbesar ukuran dari suatu komponen dan biasanya pekerjaan oversize dilakukan karena sebelumnya telah terjadi kerusakan pada komponen tersebut atau dengan maksud untuk memperbesar kapasitas. 

Salah satu contoh oversize yaitu pada piston, apabila pelumasan pada piston kurang baik maka akan mengakibatkan kerusakan pada piston dan dinding silinder. Pelumasan yang kurang baik akan mengakibatkan piston dan dinding silinder mengalami goresan sehingga akan terjadi kebocoran antara piston dan dinding silinder.
Bagaimanakah cara memperbaikinya ? yaitu dengan cara menghilangkan goresan pada dinding silinder menggunakan mesin colter, tetapi setelah dilakukan colter diameter silinder akan menjadi lebih besar sampai dengan ukuran tertentu. Karena diameter silinder menjadi lebih besar maka piston yang digunakan juga harus ikut menyesuaikan, yaitu piston diganti dengan ukuran yang lebih besar dari ukuran sebelumnya. 

Biasanya produsen piston selain menyediakan ukuran piston standard (std) juga menyediakan piston oversize nya (oz) yaitu :
1.  oversize 25 artinya diameter piston standar ditambah 0,25mm.
2.  oversize 50 artinya diameter piston standar ditambah 0,50mm.
3.  oversize 75 artinya diameter piston standar ditambah 0,75mm.
4.  oversize 100 artinya diameter piston standar ditambah 1,00 mm.

Demikian pembahasan singkat tentang oversize, dan jawaban untuk soal di atas adalah “c” diameter piston ditambah 1,00 mm dari ukuran standar

klik disini untuk menuju halaman selanjutnya....

14 Oktober 2019

Soal tentang gigi transmisi manual sepeda motor, Soal UN no 29 SMK TSM 2014 / 2015 Paket soal B, disertai dengan pembahasan



Soal :

Pemeriksaan salah satu komponen transmisi sepeda motor sesuai gambar di bawah ini merupakan pengukuran….

a.  Diameter dalam dari roda gigi
b.  Diameter dalam garpu pemindah
c.  Ketebalan garpu pemindah
d.  Diameter dalam dan luar dari bos gigi C1
e.  Diameter luar dari poros utama dan poros lawan

Pembahasan :

Pada saat overhaul transmisi sepeda motor perlu dilakukan pemeriksaan, diantaranya adalah pemeriksaan gear transmisi. Apa saja yang perlu diperiksa ? periksa gigi – gigi pada gear transmisi, gigi – gigi gear transmisi harus utuh tidak boleh ada yang aus atau patah, lubang – lubang pengait (dog hole) harus dalam kondisi baik. 

Tidak kalah pentingnya yaitu pemeriksaan lubang dalam gear / gigi C1 dengan mengukur diameter dalam tiap – tiap gear. Seperti contoh gambar adalah gear C1 pada sepeda motor Honda revo 100cc dengan batas servis diameter dalam gear C1 = 20,10mm.

Jawaban yang paling tepat untuk soal diatas adalah “a” Diameter dalam dari roda gigi

klik disini untuk menuju halaman selanjutnya....

Soal tentang kopling centrifugal sepeda motor, Soal UN no 28 SMK TSM 2014 / 2015 Paket soal B, disertai dengan pembahasan


Soal :

Pada pekerjaan pemeriksaan komponen kopling harus dilakukan dengan peralatan yang tepat. Gambar di bawah ini adalah proses….

a.  pemeriksaan drive plat
b.  pemeriksaan driven plat
c.  pemeriksaan clutch weight
d.  pemeriksaan clutch shoe centrifugal
e.  pemeriksaan clutch weight centrifugal


Pembahasan :

Untuk menyelesaikan soal diatas perlu kita ketahui terkait tentang nama – nama bagian pada komponen kopling centrifugal pada sepeda motor, mari kita perhatikan gambar komponen kopling centrifugal sepeda motor di bawah ini :



Dengan memperhatikan gambar diatas dapat kita pahami dengan jelas mengenai nama – nama bagian pada komponen kopling centrifugal sepeda motor mulai dari ujung depan sampai ujung belakang.

Kemudian jika dikaitkan dengan soal di atas, terdapat gambar komponen kopling centrifugal yang sedang diperiksa ketebalan kanvasnya menggunakan vernier caliper, dan jika kita lihat pada gambar komponen di atas, komponen yang sedang dilakukan pemeriksaan adalah clutch weight.

Jadi jawaban untuk soal di atas adalah “c” pemeriksaan clutch weight

klik disini untuk menuju halaman selanjutnya....

11 Oktober 2019

Soal tentang transmisi manual sepeda motor, Soal UN no 27 SMK TSM 2014 / 2015 Paket soal B, disertai dengan pembahasan


Soal :

Di bawah ini adalah akibat dari rusaknya komponen pada kopling. Bila terjadi masalah posisi gigi transmisi loncat keluar, maka penyebabnya adalah….

a.  pegas kopling lemah
b.  stopper plate bolt longgar
c.  gearshift spindle bengkok
d.  stopper plate dan pin rusak
e.  clutch plate berubah bentuk melengkung

Pembahasan :


Gigi transmisi loncat mungkin bisa diartikan dengan perpindahan gigi yang terjadi dengan sendirinya, tanpa si pengendara menginjak pedal persneling tetapi gigi bisa netral atau pindah dengan sendirinya. Kejadian seperti ini bisa terjadi karena plat penahan (stopper plat) tidak mampu menahan/menjaga agar drum gearshift dalam posisinya. Karena plat stopper tidak mampu menahan maka drum gearshift akan berputar-putar karena pengaruh getaran mesin sehingga gigi persneling dapat berpindah-pindah sendiri. Untuk uraian lebih lengkap terkait dengan transmisi sepeda motor silahkan klik disini.... Melakukan Perbaikan SistemTransmisi Manual


Jawaban untuk soal ini adalah “b” stopper plate bolt longgar