SENTER TANPA BATERAI

SENTER TANPA BATERAI
CARA BUAT SENTER TANPA BATERAI | KLIK DI GAMBAR...

15 Oktober 2019

Soal tentang transmisi otomatis ( cvt ) sepeda motor, Soal UN no 31 SMK TSM 2014 / 2015 Paket soal B, disertai dengan pembahasan


Soal :

Di bawah ini adalah akibat kerusakan komponen kopling pada sistem transmisi otomatis. Bila sepeda motor automatic mengalami unjuk kerja lemah pada kecepatan tinggi, maka penyebabnya adalah….

a.  Pegas clutch shoe patah
b.  Pegas driven face lemah
c.  Clutch shoe aus atau rusak
d.  Drive belt terlalu aus
e.  Weight rollers terlalu berat

Pembahasan :

Soal di atas menanyakan tentang kerusakan yang mungkin terjadi pada transmisi otomatis sepeda motor (cvt) dengan gejala sepeda motor tidak mampu mencapai kecepatan tinggi walaupun gas sudah ditarik penuh atau putaran tinggi. Gejala seperti ini bisa terjadi karena adanya kerusakan pada komponen cvt.


Mari kita kaji bersama jawaban multiple choice di atas, kira – kira jawaban mana yang paling tepat :

a.  Pegas clutch shoe patah
Pegas clutch shoe adalah komponen pada kopling otomatis cvt yang berfungsi untuk mengembalikan posisi sepatu kopling pada posisi semula setelah mengembang pada putaran menengah dan putaran tinggi. Apabila pegas clutch shoe patah maka sepatu kopling akan selalu dalam posisi mengembang sehingga kopling akan terkopel / terhubung terus walaupun dalam putaran rendah sekalipun sehingga roda akan cenderung berputar walaupun mesin masih berada pada putaran idle. Jadi patahnya pegas kopling tidak berpengaruh pada melemahnya unjuk kerja pada kecepatan tinggi

b.  Pegas driven face lemah
Pegas driven face adalah komponen cvt yang terletak pada bagian pulley belakang / pulley sekunder / driven pulley. Pegas driven face bertugas menekan secondary sliding sheave / pulley bergerak bagian belakang. Pegas driven face berfungsi untuk menekan pulley bergerak sehingga pulley akan cenderung menyempit terutama pada saat mesin berada pada putaran rendah. Semakin besar kekuatan pegas maka pulley belakang akan cenderung lebih menyempit sehingga diameter tumpuan v-belt pada pulley belakang berada pada diameter terbesar, akibatnya torsi roda belakang lebih besar, seandainya diibaratkan motor manual pada gigi kecil. Sebaliknya jika pegas terlalu lemah pulley belakang akan lebih cepat melebar, diameter tumpuan v-belt pada pulley belakang berada pada diameter kecil atau menggunakan gigi besar pada motor manual. Jadi jawabannya bukan ini “b”

c.  Clutch shoe aus atau rusak
Clutch shoe / kanvas kopling centrifugal, apabila kanvas kopling aus maka akibatnya kopling tidak bisa terkopling dengan sempurna dengan kata lain selip kopling sehingga tenaga dari mesin tidak bisa 100% diteruskan ke roda baik pada putaran rendah maupun putaran tinggi. Dengan demikian sepeda motor tidak mampu melaju dengan kecepatan tinggi dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

d.  Drive belt terlalu aus
Drive belt / v-belt adalah komponen cvt yang berfungsi untuk meneruskan putaran mesin dari pulley primer / drive pulley menuju ke pulley sekunder / driven pulley. Apabila v-belt aus maka akan cenderung selip pada permukaan pulley sehingga tenaga dari mesin tidak bisa 100% diteruskan ke pulley sekunder. Ini juga berakibat sepeda motor tidak mampu melaju dengan kecepatan tinggi dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

e.  Weight rollers terlalu berat
Weight rollers / pemberat adalah komponen cvt yang terletak pada drive pulley. Bekerja berdasarkan gaya centrifugal pada drive pulley, semakin tinggi putaran mesin maka weight akan cenderung terlempar menjauhi titik tengah pulley, terlemparnya weight akan menekan pulley bergerak pada drive pulley sehingga diameter tumpuan v-belt pada drive pulley berada pada diameter terbesar. Jika weight terlalu berat maka rasio gigi besar akan lebih cepat terjapai. Jadi bukan ini jawabannya.

Berdasarkan penjelasan di atas maka yang mungkin menjadi penyebab melemahnya unjuk kerja pada kecepatan tinggi adalah Clutch shoe aus atau rusak dan Drive belt terlalu aus, antara jawaban “c”dan”d”

Nah lho…. Trus mana jawaban yang paling tepat untuk soal di atas? Kuncinya ada di soal, cermati penggalan soal ini “Di bawah ini adalah akibat kerusakan komponen kopling pada sistem transmisi otomatis”. Soal ini menitik beratkan pada komponen kopling, sementara diantara jawaban c dan d yang merupakan komponen kopling adalah c, jadi jawaban untuk soal ini “c” Clutch shoe aus atau rusak

klik disini untuk menuju halaman selanjutnya....


Soal tentang oversize piston sepeda motor, Soal UN no 30 SMK TSM 2014 / 2015 Paket soal B, disertai dengan pembahasan


Soal :

Diketahui diameter piston sepeda motor standard sebesar 54 mm, akan dilakukan oversize 100 karena sudah terjadi kebocoran antara dinding silinder dan piston. Tindakan ini artinya adalah….


a.  Diameter piston ditambah 0,50 mm dari ukuran standard
b.  Diameter piston ditambah 0,55 mm dari ukuran standard
c.  Diameter piston ditambah 1,00 mm dari ukuran standard
d.  Diameter piston ditambah 1,50 mm dari ukuran standard
e.  Diameter piston ditambah 1,55 mm dari ukuran standard

Pembahasan :

Apa si arti dari oversize ? saya mencoba mentranslate menggunakan google translate dan hasil dari terjemahan kata oversize adalah “kebesaran”, ”terlalu besar”, “besar sekali”. Tetapi jika diartikan dalam bahasa teknik tidaklah demikian artinya, istilah oversize dalam teknik khususnya dalam bidang otomotif diartikan sebagai suatu pekerjaan atau tindakan yang dilakukan untuk memperbesar ukuran dari suatu komponen dan biasanya pekerjaan oversize dilakukan karena sebelumnya telah terjadi kerusakan pada komponen tersebut atau dengan maksud untuk memperbesar kapasitas. 

Salah satu contoh oversize yaitu pada piston, apabila pelumasan pada piston kurang baik maka akan mengakibatkan kerusakan pada piston dan dinding silinder. Pelumasan yang kurang baik akan mengakibatkan piston dan dinding silinder mengalami goresan sehingga akan terjadi kebocoran antara piston dan dinding silinder.
Bagaimanakah cara memperbaikinya ? yaitu dengan cara menghilangkan goresan pada dinding silinder menggunakan mesin colter, tetapi setelah dilakukan colter diameter silinder akan menjadi lebih besar sampai dengan ukuran tertentu. Karena diameter silinder menjadi lebih besar maka piston yang digunakan juga harus ikut menyesuaikan, yaitu piston diganti dengan ukuran yang lebih besar dari ukuran sebelumnya. 

Biasanya produsen piston selain menyediakan ukuran piston standard (std) juga menyediakan piston oversize nya (oz) yaitu :
1.  oversize 25 artinya diameter piston standar ditambah 0,25mm.
2.  oversize 50 artinya diameter piston standar ditambah 0,50mm.
3.  oversize 75 artinya diameter piston standar ditambah 0,75mm.
4.  oversize 100 artinya diameter piston standar ditambah 1,00 mm.

Demikian pembahasan singkat tentang oversize, dan jawaban untuk soal di atas adalah “c” diameter piston ditambah 1,00 mm dari ukuran standar

klik disini untuk menuju halaman selanjutnya....

14 Oktober 2019

Soal tentang gigi transmisi manual sepeda motor, Soal UN no 29 SMK TSM 2014 / 2015 Paket soal B, disertai dengan pembahasan



Soal :

Pemeriksaan salah satu komponen transmisi sepeda motor sesuai gambar di bawah ini merupakan pengukuran….

a.  Diameter dalam dari roda gigi
b.  Diameter dalam garpu pemindah
c.  Ketebalan garpu pemindah
d.  Diameter dalam dan luar dari bos gigi C1
e.  Diameter luar dari poros utama dan poros lawan

Pembahasan :

Pada saat overhaul transmisi sepeda motor perlu dilakukan pemeriksaan, diantaranya adalah pemeriksaan gear transmisi. Apa saja yang perlu diperiksa ? periksa gigi – gigi pada gear transmisi, gigi – gigi gear transmisi harus utuh tidak boleh ada yang aus atau patah, lubang – lubang pengait (dog hole) harus dalam kondisi baik. 

Tidak kalah pentingnya yaitu pemeriksaan lubang dalam gear / gigi C1 dengan mengukur diameter dalam tiap – tiap gear. Seperti contoh gambar adalah gear C1 pada sepeda motor Honda revo 100cc dengan batas servis diameter dalam gear C1 = 20,10mm.

Jawaban yang paling tepat untuk soal diatas adalah “a” Diameter dalam dari roda gigi

klik disini untuk menuju halaman selanjutnya....

Soal tentang kopling centrifugal sepeda motor, Soal UN no 28 SMK TSM 2014 / 2015 Paket soal B, disertai dengan pembahasan


Soal :

Pada pekerjaan pemeriksaan komponen kopling harus dilakukan dengan peralatan yang tepat. Gambar di bawah ini adalah proses….

a.  pemeriksaan drive plat
b.  pemeriksaan driven plat
c.  pemeriksaan clutch weight
d.  pemeriksaan clutch shoe centrifugal
e.  pemeriksaan clutch weight centrifugal


Pembahasan :

Untuk menyelesaikan soal diatas perlu kita ketahui terkait tentang nama – nama bagian pada komponen kopling centrifugal pada sepeda motor, mari kita perhatikan gambar komponen kopling centrifugal sepeda motor di bawah ini :



Dengan memperhatikan gambar diatas dapat kita pahami dengan jelas mengenai nama – nama bagian pada komponen kopling centrifugal sepeda motor mulai dari ujung depan sampai ujung belakang.

Kemudian jika dikaitkan dengan soal di atas, terdapat gambar komponen kopling centrifugal yang sedang diperiksa ketebalan kanvasnya menggunakan vernier caliper, dan jika kita lihat pada gambar komponen di atas, komponen yang sedang dilakukan pemeriksaan adalah clutch weight.

Jadi jawaban untuk soal di atas adalah “c” pemeriksaan clutch weight

klik disini untuk menuju halaman selanjutnya....

11 Oktober 2019

Soal tentang transmisi manual sepeda motor, Soal UN no 27 SMK TSM 2014 / 2015 Paket soal B, disertai dengan pembahasan


Soal :

Di bawah ini adalah akibat dari rusaknya komponen pada kopling. Bila terjadi masalah posisi gigi transmisi loncat keluar, maka penyebabnya adalah….

a.  pegas kopling lemah
b.  stopper plate bolt longgar
c.  gearshift spindle bengkok
d.  stopper plate dan pin rusak
e.  clutch plate berubah bentuk melengkung

Pembahasan :


Gigi transmisi loncat mungkin bisa diartikan dengan perpindahan gigi yang terjadi dengan sendirinya, tanpa si pengendara menginjak pedal persneling tetapi gigi bisa netral atau pindah dengan sendirinya. Kejadian seperti ini bisa terjadi karena plat penahan (stopper plat) tidak mampu menahan/menjaga agar drum gearshift dalam posisinya. Karena plat stopper tidak mampu menahan maka drum gearshift akan berputar-putar karena pengaruh getaran mesin sehingga gigi persneling dapat berpindah-pindah sendiri. Untuk uraian lebih lengkap terkait dengan transmisi sepeda motor silahkan klik disini.... Melakukan Perbaikan SistemTransmisi Manual


Jawaban untuk soal ini adalah “b” stopper plate bolt longgar 

09 Oktober 2019

Soal tentang block silinder sepeda motor, Soal UN no 26 SMK TSM 2014 / 2015 Paket soal B, disertai dengan pembahasan


Soal :

Pada bagian tengah mesin sepeda motor terdengar kasar pada putaran mesin menengah sampai tinggi, dari hasil diagnosa tersebut dapat disimpulkan bahwa….

a.  Terdapat keausan pada piston
b.  Terdapat keausan pada roda timing chain
c.  Terdapat keausan pada roda timing sprocket
d.  Terdapat keausan pada rocker arm dan camshaft
e.  Terdapat celah yang besar pada rocker arm dan camshaft

Pembahasan :

Mesin / engine sepeda motor dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu bagian atas (kepala silinder / cylinder head), bagian tengah (blok silinder / cylinder block), dan bagian bawah (blok mesin / crankcase). Pada soal diatas terdapat permasalahan yaitu bagian tengah mesin sepeda motor terdengar kasar pada putaran mesin menengah sampai tinggi, berarti permasalahan terjadi pada komponen yang terletak di dalam blok silinder. Coba kita amati gambar blok silinder di bawah ini :



Gambar di atas adalah gambar mesin bagian tengah / blok silinder, pada blok silinder terdapat komponen : silinder, piston, piston ring, piston pin, kepala kecil stang seher. Sehingga apabila terjadi permasalahan pada mesin bagian tengah maka kemungkinan besar kerusakannya terjadi pada komponen-komponen tersebut.

Berdasarkan uraian diatas jawaban soal yang paling tepat adalah “a” Terdapat keausan pada piston

klik disini untuk menuju halaman selanjutnya....

08 Oktober 2019

Soal tentang tanda piston sepeda motor, Soal UN no 25 SMK TSM 2014 / 2015 Paket soal B, disertai dengan pembahasan


Soal :
Pada gambar berikut ditunjukkan “tanda titik” pada piston, cara pemasangan yang tepat adalah….



a. tegangan input akan turun jika temperature mesin meningkat

b. tegangan output akan turun jika temperature mesin meningkat
c.         nilai tahanan akan turun jika temperature mesin meningkat
d.        daya output dan input akan turun jika temperature mesin meningkat
e.        nilai tahanan dan tegangan akan naik jika temperature mesin meningkat



Pembahasan :

Pada saat melakukan pemasangan piston harus hati – hati, tidak boleh terbalik antara bagian atas dan bawah karena jika terbalik akan berakibat fatal.

Terdapat tanda yang perlu kita cermati pada saat melakukan pemasangan piston. Tanda pada piston bisa berupa tanda titik, tanda panah, dan tanda IN seperti pada gambar di bawah ini :

Perhatikan pada bagian yang ditandai dengan lingkaran merah



·       Tanda IN
Piston dengan tanda IN artinya pada saat melakukan pemasangan piston, pastikan tanda IN pada kepala piston menghadap ke lubang masuk di kepala silinder

·       Tanda titik
Piston dengan tanda titik artinya pada saat melakukan pemasangan piston, pastikan tanda titik pada kepala piston menghadap ke lubang buang di kepala silinder

·       Tanda panah
Piston dengan tanda panah artinya pada saat melakukan pemasangan piston, pastikan tanda panah pada kepala piston menghadap ke lubang buang di kepala silinder (untuk motor 4tak) atau menghadap lubang buang di blok silinder (untuk motor 2tak)

Jawaban untuk soal di atas adalah “b” Tanda panah pada piston berarti pada saat pemasangan ke bawah

klik disini untuk menuju halaman selanjutnya....